Sisa Sinar Senja

Pengarang: Tesar Handrean Suprapto
Aku sadar, masih melihat matahari yang ditemani gumpalan kapas di langit. Entah mengapa badanku tak bisa digerakan. Angin masih sempat saja berlari melewatiku disaat seperti ini. Badanku tergeletak di bawah pohon, sendirian. Jiwaku yang sudah jenuh berada di ragaku ini, memberontak, memaksa untuk keluar. Kulitku menguap terkena cahaya, terbakar hingga hangus. Aku hanya dapat mengedipkan mata-mataku yang menangis darah. Hujan turun, tubuhku kembali normal, semakin segar saat air hujan menyentuh. Namun tetap saja tubuhku ini kosong tak berisi.
Entah mengapa aku tiba-tiba teringat oleh kenangan-kenangan yang seakan terbang berputar di atas kepalaku. Kenangan-kenangan yang terasa manis dan masam, lega dan menusuk, senang dan menyakitkan, semuanya berputar beriringan di atas kepalaku. Kepalaku serasa diputar mengikuti arah jarum jam lalu tiba-tiba diputar kearah sebaliknya. Seperti kincir angin yang berputar ketika angin menyapa. Tiba-tiba memori masa lalu datang mendekat dan aku dibawa ke suatu tempat yang terasa manis. Ya aku ingat, ini adalah tempat pertemuan pertama kami. Aku Ibrahim dan Maryam, dua ekor manusia yang saling mencintai dari pertama bertemu. Saat itu aku berjalan melewati taman bunga dipinggir kota yang indah, sepi dengan angin sejuk. Dia sedang duduk disana dengan matanya yang memandangi bukunya dengan wajah berseri. Rambutnya panjang terurai dan kadang bergerak tertiup angin. Senyumannya lebih indah dari musik klasik yang merdu . Tatapan matanya membuat jantungku bekerja lebih keras dari biasanya. Saat kulihat gerakannya, sentuhannya halus kepada apapun yang ia sentuh, lembut. Ia adalah wanita pertama yang menurutku pantas untuk aku cintai.
Lalu aku diseret ke masa – masa bersamanya. Kami berdua seperti memiliki tali transparan yang menyambungkan hati kami berdua. Kami dapat terbang dengan menggunakan sayap cinta kami. Hingga saat aku melamarnya untuk menjadi pasangan hidupku. Pelangi, ,Matahari, Awan sudah bersemayam di langit cinta kami. Ya, masa-masa sangat merdu seakan memiliki harmoni dua instrumen yang meluluhkan hati.
Kepalaku seaakan ingin pecah, aku tak tahan lagi. Hingga akhirnya aku dibawa ke pemakaman orang tuaku. Perasaan yang aku rasakan saat itu dan sekarang sama. Rasa rindu kepada Ibuku dan Ayahku tak bisa dihilangkan. Mencoba memikirkan wajah mereka namun tak muncul, aneh. Aku berusaha untuk menangis namun tidak terjadi apapun. Ya, aku sedang berada dalam pikiranku. Memang kurasa aku akan mati. Biarkan sajalah, aku sudah tak punya apa-apa lagi di dunia ini. Mungkin segera menghadap tuhan lebih baik dan aku akan lebih cepat bertemu dengan manusia-manusia yang aku cinta.
Punggungku terasa perih dari dalam. Punggungku melepuh, tertusuk di dalam. Kulitku serasa di sobek dan darah terciprat keluar. Munculah sepasang sayap putih kumuh di punggungku yang kotor sudah lama tak tersentuh air. Aku mengepakan sayapku dan ternyata aku dapat terbang.
Aku terbang menuju langit dan melihat bumi yang begitu jauh dari kakiku. Hal ini sungguh terasa nyata. Terbang merupakan hal mudah dalam pikiranku. Aku mengitari bumi sesuka hatiku. Dan ternyata aku terbang melewati makam Maryam. Dia kembali ke sisi-Nya mendahuluiku. Tertusuk dan kehilangan sayap. Seperti itulah rasanya. Biskuit tanpa kotak. Pincang, Buta sebelah mata, Sungai kering. Aku terduduk disebelah makamnya. Menunduk, mencoba mengingat wajahnya namun tak bisa. Wajahnya tak muncul, hanya suaranya yang dapat kuingat.
Suara Maryam bergema ditelingaku, berteriak kepadaku, memakiku dengan rasa dengki. Dia memakiku, memarahiku atas kesalahan-kesalahanku padanya dan orang lain. Aku bergetar, gemetar. Mendengar kesalahanku pada saat selapuk ini. Aku hanya bisa terdiam. Dia terus saja memakiku namun, lama kelamaan ia menangis. Kudengar tangisannya dan aku terpaksa menangis karena tidak ada hal lain yang dapat kulakukan. Lama kelamaan suaranya kian meredup dan wajahnya dapat ku bayangkan. Dia tersenyum dan semakin gelap dan meredup, hilang. Air mataku semakin menderas. Aku lega karena masih dapat mendengar suaranya dan melihat wajahnya walau dalam pikiranku.
Langit semakin cerah, membukakan gerbang sinar matahari. Ratusan burung berterbangan dengan satu irama, terbang menuju kebahagiaan. Para hewan mulai keluar dari sarang dengan gegabah. Makam Maryam menjadi tempat yang ramai, bunga-bunga tiba tiba tumbuh dari bebatuan dan tanah kering. Tanah menjadi semakin hijau dengan rerumputan. Kulihat ada sebuah kursi panjang yang terus mengganda kebelakang dan kesamping lalu semakin banyak mengelilingiku.
Teringat nada-nada lagu yang pernah kumainkan dan muncul suara orkestra dari lagu-lagu yang pernah aku mainkan. Karya-karya milik Vivaldi, Pachelbel, Beethoven, Mozart, sudah pernah ku mainkan. Bahagia, seketika ditanganku muncul sebuah biola kayu kokoh dan suaranya begitu dalam. Aku ikut bermain dengannya. Dan di hadapanku orang-orang berkerumun. Barisan paling depan adalah orang-orang yang aku rindukan dan sisanya sahabat-sahabatku. Aku tidak dapat bahagia lagi lebih dari ini. Bermain musik dan melihat mereka tersenyum adalah kebahagiaan bagiku. Air kebahagiaan keluar dari mataku dan anginpun menyempatkan untuk hadir. Aku bisa melakukan hal ini sampai kapanpun tanpa pernah bosan.
Sang Surya tiba-tiba saja mendekat. Semua menjadi gelap, hening, pedih. Hanya cahaya Surya membundar yang terlihat. Semakin dekat, dekat, dekat, hingga menjadi sebuah lorong panjang yang terang. Aku berjalan memasukinya. Pada dinding lorong cerah ini terdapat lukisan-lukisan, coretan-coretan, jendela-jendela. Indah, jelek, rusak, sobek, menimbulkan rasa bahagia dan ketakutan. Semua rasa bercampur disini, tercampur didalam blender hati yang besar. Aku mencoba berlari menuju ujung dari lorong ini, mencoba kabur dari lorong aneh ini.
Seketika kilatan cahaya datang menyerangku dan ternyata aku terbangun dari tidur panjang. Aku tidak mati. Aku tertidur di ranjangku yang sudah keropos dan berisik. Jendela kamar terbuka dan cahaya menerobos masuk tanpa izin. Angin pagi berayun menyentuh tubuhku yang lapuk. Cicit burung meramaikan pagi. Di akhir masa hidupku ternyata aku masih teringat tentang Maryam. Ya, bagaimana aku bisa lupa. Dia selalu tersenyum dalam keadaan apapun. Dan biarlah dia tersenyum di sisi-Nya disaat aku menghabiskan sisa roti kehidupan.

Cirebon, 2012

Dipublikasi di Cerita | Meninggalkan komentar

Archaebacteria dan Eubacteria

Seperti biasa saya akan sedikit basa basi dahulu(penting).
Selama ini kita hnaya mengenan Bakteri tanpa klasifikasinya, dan sekarang saya menjelaskan sedikit sekali tentang Bacteria yang tergolong menjadi Archaebacteria (bakteri kuno/zaman dahulu/ lama) dan Eubacteria (bakteri baru) yang kita kenal selama ini sebagai bakteri.

1.Perbedaan Mendasar antara Eukariota dan Prokariota

Bakteri merupakan makhluk hidup.Namun sel bakteri berbeda dengan organisme tingkat tinggi seperti manusia, tumbuhan dan hewan.Sel makhluk tingkat tinggi merupakan sel Eukariota dan Sel Bakteri adalah prokariota.Perbedaannya terletak pada membran inti sel.Sel yang memiliki membran inti sel digolongkan dalam kelompok Eukariotik/Eukariota dan yang tidak memiliki membran inti disebut Prokariotik.Dengan kata lain atau bahasa lain bakteri Eukariotik adalah bakteri yang sudah memiliki membran inti sel.Organisme Eukariota yaitu fungi,protista,algae,tumbuhan,hewan dan kita Manusia.

Prokariota adalah sel yang belum memiliki membran inti(atau belum berevolusi menurut teori) sehingga asam nukleat-nya tersebar ke seluruh sitoplasma.Sel prokariotik tidak memiliki organel bermembran.Mereka memiliki DNA dan RNA yang tersebar ke seluruh sitoplasama.Tetapi jangan salah, prokariota memiliki ribosom yang bertugas men-sintesis protein yang dibutuhkan sel namun ukurannya relatif kecil dari sel Eukariota.
Prokariot memiliki dinding sel, dibawahnya terdapat membran plasma yang membungkus sitoplasma.Prokariota dapat berkoloni membentuk suatu jaringan, namun tidak ada organisasi jaringan yang sebenarnya.

Sel Prokariota adalah sel yang sanagat kuat.Mereka dapat hidup di daera Kutub Selatan dan Utara Bumi yang bersuhu maksimum 40(derajat)Celcius.MEreka juga ditemukan pada 9600 m dibawah permukaan laut.Mereka berkembang biak secara aseksual atau membelah diri dan waktu yang dibutuhkan singkat.Prokariotik dibagi menjadi 2 yaitu archaebacteria dan eubacteria.

2.Eubacteria

Bakteri(Eubakteria) bersifat kosmopolit yang berarti dapat hidup dimana saja.Pada umumnya tidak berklorofil walaupun ada beberapa.Isi atau struktur bakteri antara lain materi genetik(DNA,RNA),ribosom,plasma sel,sitoplasma,Dinding sel,membran sel, dan caadangan makanan.

Bakteri memiliki dinding yang berarti bersifat kaku.Dinding sel ini sama fungsi tertentunya dengan dinding sel pada tumbuhan, yaitu mencegah terjadinya sel pecah akibat osmosis bila diletakan pada larutan hipotonik.bakteri mempunyai flagellum yang berfungsi sebagai alat gerak.falgell di bagi menjadi :
1.Monotrik = hanya memiliki satu ekor atau flagell pada salah satu bagian
2.Amfitrik = mempunyai flagel pada tiap ujung
3.Lopotrik = memiliki banyak flagel di salah satu sisi
4.Peritrik = mempunyai flagel pada setiap sisi
5.Atrik = tidak mempunyai flagel

Dipublikasi di Biology | Meninggalkan komentar

Echinodemata Song by Me and My Friends

Ini salah satu lagu enak yang pernah saya buat hehe.Lagu ini menceritakan hewan Echinodermata secara umum.yaah coba dengar dan lihat saja disini. see ya

Nah Ini Dia Liriknya

Echinodermata hewan berkulit duri
Echinodermata sang pembersih lautan

Echino duri dermal kulit
Echinodermata hewan kulit duri
Hewan triploblastik selomata
Hidup di lautan

Memakan bangkai dan sampah lautan
itu menguntungkan
Memakan ikan kerang dan koral
itu merugikan

*reff

(bridge)
Hay teman ingin tahu
Sistem pembuluh air echinodermata?
Ini dia yo!

Madreporit
Saluran batu
Saluran cincin
Saluran radial
Saluran lateral
Kaki ambulakral
yang terakhir ke ampula

*reff

Asteroida bintang laut
Echinoidea landak laut
Crinoidea lilia laut
Holothuroidea teripang
Ophiuroidea memiliki 5 lengan yang panjang panjang
yang dapat digerakan seperti ular

*reff

hehehe kalo mau download disini nih link-nya ini dia

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Misteri Lagu Balonku

Balonku ada lima
rupa rupa warnanya
merah kuning kelabu merahmuda dan biru

meletus balon hijau
DORR!!
hatiku sangat kacau
balonku tinggal empat
kupegang erat-erat.

Kalau kita kaji lebih dekat haha lagu tersebut ternyata salah.
kenapa?
karena ada balon warna merah yang seharusnya hijau.
loh ko bisa nyambung sama lagunya?
itu karena lidah orang indonesia atau kita kita ini sudah tecemari lagu pelangi “anak anak”.
yaitu “pelangi pelangi alangkah indahmu, MERAH KUNING hijau di langit yang biru”.
nah disitu sudah tertera sehabis merah adalah kuning.
jadi MISTERI LAGU BALONKU telah terpecahkan. yeaah

Dipublikasi di Pengetahuan Umum | Meninggalkan komentar

Grenade – Bruno Mars

Easy come, easy go
That’s just how you live, oh
Take, take, take it all,
But you never give

Should of known you was trouble from the first kiss,
Why were they open?

Gave you all I had
And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, you did
To give me all your love is all I ever asked,
Cause what you don’t understand is

I’d catch a grenade for ya (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on a blade for ya (yeah, yeah, yeah)
I’d jump in front of a train for ya (yeah, yeah , yeah)
You know I’d do anything for ya (yeah, yeah, yeah)

Oh, oh
I would go through all this pain,
Take a bullet straight through my brain,
Yes, I would die for ya baby;
But you won’t do the same

No, no, no, no
Black, black, black and blue beat me till I’m numb
Tell the devil I said “hey” when you get back to where you’re from
Mad woman, bad woman,
That’s just what you are, yeah,
You’ll smile in my face then rip the breaks out my car

Gave you all I had
And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, yes you did
To give me all your love is all I ever asked
Cause what you don’t understand is

I’d catch a grenade for ya (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on a blade for ya (yeah, yeah, yeah)
I’d jump in front of a train for ya (yeah, yeah , yeah)
You know I’d do anything for ya (yeah, yeah, yeah)
Oh, oh
I would go through all this pain,
Take a bullet straight through my brain,
Yes, I would die for ya baby;
But you won’t do the same

If my body was on fire, ooh
You’ d watch me burn down in flames
You said you loved me you’re a liar
Cause you never, ever, ever did baby…
But darling I’ll still catch a grenade for ya
Throw my hand on a blade for ya (yeah, yeah, yeah)
I’d jump in front of a train for ya (yeah, yeah , yeah)
You know I’d do anything for ya (yeah, yeah, yeah)
Oh, oh
I would go through all this pain,
Take a bullet straight through my brain,
Yes, I would die for ya baby;
But you won’t do the same.
No, you won’t do the same,
You wouldn’t do the same,
Ooh, you’ll never do the same,
No, no, no, no

Dipublikasi di Music | Meninggalkan komentar

Canon In D

_Free-scores.com__pachelbel-johann-canon-854

selamat mencoba

Dipublikasi di Music | Meninggalkan komentar

Harvestmoon : Back to Nature

haha inget inget masa kecil ada nih beberapa game yang saya respect di dunia salah satunya ini Harvestmoon Back to Nature.Waktu masih sd (sekolah dasar) tiap hari pasti maaaain game ini.sampe sekarang juga masih main tapi jarang jarang.
asiknya itu hero atau peran utamnya menggunakan nama kita.jadi kaya benar benar kita yang ada disana.waktu masih sd ngga ngerti apa apa, jadi satu tahun juga masih miskin (kekurangan uang).cerita dasarnya nih kita bakal melanjutkan peternakan kakek kita yang sudah meninggal.kalau dalam tiga tahun keadaan tidak berubah permainan selesai.tapi kalo kamu punya bukunya mungkin keadaan akan lebih baik.
tips : jangan pake cheat atau yang berbau seperti iitu karena permainan nya ga mungkin seru hehehe

nanti saya lanjut tentang hal yang lainnya see ya!Harvestmoon

Dipublikasi di Games | Meninggalkan komentar